26 August 2012
Comments: 0

Tips Membuka Bisnis Rumah Makan

 

Bisnis rumah makan memang tidak akan pernah ada matinya. Bisnis ini memang semakin
tumbuh subur seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan gaya hidup yang ingin
serba cepat tersaji. Sadar atau tidak, dengan pertumbuhan penduduk yang semakin banyak
maka semakin banyak pula kebutuhan pangan yang harus disediakan.

Persiapan pertama untuk memulai bisnis apa saja, termasuk bisnis rumah makan adalah
mempersiapkan mental untuk menghadapi tantangan ketakutan dan keraguan akan kegagalan.
Selanjutnya, kini menyangkut masalah operasional dari rencana usaha Anda. Masalah-
masalah teknis yang menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu dipersiapkan dengan rapi.

Mulai dari menghitung kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut
bidang pekerjaan itu, untuk usaha rumah makan minimal harus mengerti masakan. Pintar
memasak, lebih baik lagi ahli memasak. Namun, untuk menjadi pengusaha restoran tidak
harus menjadi ahli memasak dulu, tetapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu,
tenaga ahli yang bisa memasak bisa direkrut.

Persiapan dalam memulai bisnis restoran atau tempat makan lainnya, adalah tersedianya
sarana dan prasarana. Pengertian tersedianya bukan berarti harus menjadi miliknya, tetapi
bisa diperoleh dari meminjam atau menyewa terlebih dahulu, kecuali memang tersedia dana
yang cukup yang sengaja diinvestasikan ke usaha Anda untuk jangka panjang.

Sarana adalah alat-alat untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu. Sedangkan prasarana
adalah hal-hal kemudahan bersifat fisik maupun non fisik yang mendukung pengoperasian
sarana-sarana atau alat-alat.

Dalam usaha rumah makan atau restoran, maka yang termasuk prasarana adalah tempat
yang strategis, tenaga ahli (juru masak), modal usaha, dan izin usaha, sedangkan meja kursi,
peralatan makan, peralatan masak, dan sebagainya adalah sarana.

Bisnis makanan termasuk bisnis yang beresiko besar. Karena bisnis makanan beda dengan
bisnis-bisnis lain. Kecuali yang kita jual adalah makanan kering, yang bisa bertahan sampai
berbulan-bulan. Namun jika anda yakin pangsa pasarnya yang bagus, maka bisnis makanan
akan memberi keuntungan yang besar.

Dalam bisnis makanan memang kita tidak dituntut untuk bisa membuat makanan yang akan
dijual tersebut. Karena banyak yang sukses berbisnis makanan dari mengambil makanan
ditempat lain, lalu menjualnya lagi. Lalu bagi anda yang pintar memasak, tetapi tidak
bisa menjual, anda juga bisa menitipkannya di kantin, atau di tempat-tempat yang ramai
pengunjung.

Bisnis makanan bukan milik kaum wanita saja, banyak pria yang menjadi koki kelas dunia.
Dan kebanyakan penjual makanan yang sukses adalah pria. Rasa masakannya pun tidak kalah
dari masakan wanita.

Untuk bisnis makanan, jika anda bingung memilih makanan apa yang akan dijual, anda bisa
memulainya dari makanan kesukaan anda. Jika anda lebih berani, anda bisa memulainya dari
makanan yang banyak dijual disekitar tempat anda ingin berjualan, dan tentunya yang banyak
dibutuhkan ditempat tersebut.

Usaha rumah makan juga sangat sensitif terhadap rasa, karena itu penting sekali ada tukang
masak yang betul-betul ahli dibidangnya. Jual-lah masakan yang terbaik dan bermutu tinggi.
Jangan coba-coba membuka rumah makan jika tidak ada juru masak yang hebat masakannya.

Sebaiknya Anda juga mengurus izin usahanya. Bisa izin usaha dari RT/RW atau keamanan
setempat. Namun secara prinsip, yang dimaksud adalah berbadan hukum yaitu dengan akte

notaris. Hal ini sangat diperlukan bila usaha Anda di pinggir jalan raya dan melibatkan
beberapa pekerja. Tidak perlu mendirikan PT atau CV, misalnya cukup dalam status UD
(Usaha Dagang) milik perseorangan, yaitu Anda yang disahkan oleh notaris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>